3 Perbedaan Antara Pengembangan Perangkat Lunak dan Analisis Data

Siswa pada tahun pertama pengalaman kuliah mereka sering memiliki sedikit gagasan tentang karir apa yang ingin mereka pilih. Ini bisa membuat frustasi jika tidak ada kejelasan yang cukup tersedia bagi siswa untuk membuat pilihan berdasarkan informasi. Salah satu bidang tertentu di mana siswa sering mencari kejelasan adalah ketika mencoba untuk memahami perbedaan antara pengembangan perangkat lunak dan analis data sebagai pilihan karir. Kebingungan sering muncul dari fakta bahwa ada tumpang tindih berkenaan dengan keterampilan pemrograman. Di bawah ini adalah beberapa perbedaan utama antara pengembangan Perangkat Lunak dan Analisis Data:

1 Cakupan – Pengembangan perangkat lunak sebagai layanan menciptakan perangkat lunak untuk perusahaan sedangkan analisis data lebih bersifat akademis dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan berdasarkan data yang dikumpulkan dari lapangan. Sebagai soal fakta, kedua keterampilan ini dapat diterapkan pada berbagai aspek masalah serupa. Pertimbangkan kasus di mana mungkin ada kebutuhan untuk mengotomatiskan tugas-tugas tertentu dalam proses tertentu dalam suatu organisasi. Dalam skenario seperti itu, pengembang perangkat lunak akan dibawa untuk menciptakan alat yang relevan untuk mencapai tujuan, data tentang penggunaan yang ada dapat membantu menunjukkan urgensi di sekitar masing-masing tugas yang perlu diotomatisasi dan menunjukkan efisiensi yang mungkin dicapai untuk setiap tugas. Dengan kombinasi keterampilan dan informasi ini, perusahaan dapat memprioritaskan transisi mereka ke otomatisasi.

2 Metodologi – Model pengembangan perangkat lunak telah dirancang dan cukup statis dalam pelaksanaannya. Untuk analis data, metodologi sering eksperimental dan sering berubah tergantung pada ruang lingkup hipotesis. Metodologi ini sering digunakan oleh ekonom dan matematikawan. Ini telah dibawa ke bidang analitik data.

3 Keterampilan – Ini adalah area yang menciptakan banyak keraguan di antara para siswa muda. Keterampilan teknis yang diperlukan untuk profesi ini memiliki tumpang tindih yang cukup signifikan. Meskipun keduanya membutuhkan pelatihan khusus untuk aspek-aspek tertentu. Sebagai contoh, seorang pengembang perangkat lunak akan membutuhkan keahlian spesialis pada elemen desain seperti desain UI dan tata letak skema database. Untuk analitik data profesional akan lebih difokuskan untuk membuat kasus uji untuk 'hipotesis' yang sedang diteliti, yang akan membutuhkan pemahaman tentang query database paling banyak.

Untuk menyimpulkan, itu akan adil untuk mengatakan bahwa pengembangan perangkat lunak adalah profesi untuk membuat perangkat lunak dari awal, sedangkan dalam profil seorang analis data, alat perangkat lunak seperti SAS atau Perangkat Lunak Bahasa Komando Audit sering digunakan untuk membuat laporan analitis. Analisis data tidak akan ada sebagai profesi tanpa pengembangan perangkat lunak yang memungkinkan pembuatan perangkat lunak yang memungkinkan replikasi atau pembuatan model matematika untuk melakukan analitik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *